MEDIA INFORMASI INDEPENDEN || Kaba Salingka Nagari || News || Tutorial || Email:Berdinamikaofficial@gmail.com

Belajar Teknik Dasar Fotografi 2: Belajar fitur dan Karakteristik kamera

Pada pembahasan Teknik dasar fotografi, kita akan membahas tentang apa yang harus kita lakukan dalam mengambil sebuah gambar dengan kamera, khususnya kamera DSLR. Bukan berarti dengan kamera poket dan kamera Hp tidak menggunakan teknik dasar. akan tetapi para pembuat kamera Poket dan Hp lebih mengedepankan kepraktisan dalam menggunakan kamera agar semua orang bisa menggunakan secara langsung tanpa harus belajar banyak tentang teknik kamera.

Sebelum mempelajari teknik ini, tentu saja terlebih dahulu kita harus mengenali fitur-fitur dasar yang ada pada kamera DSLR pada umumnya. Setiap kamera DSLR memiliki fitur dasar yaitu ISO, Apertur, Speed, White balance dan Fokus.

Berikut Penjelasannya.
Dalam dunia fotografi ada yang dikenal dengan Teori segitiga Eksposur (Triangle Exposure). konsep ini memiliki rumus yang terdiri atas kombinasi antara ISO, Aperture dan Speed.
Segitiga Eksposur


ISO
ISO adalah tingkat sensitifitas sensor untuk menangkap cahaya pada kamera. ISO rendah maka sensitifitas sensornya juga rendah dan menampilkan cahaya apa adanya. Hal ini sangat tepat digunakan pada saat cahaya yang kuat dan memadai. Sedangkan pada ISO tinggi maka tingkat sensistifitas sensornya juga tinggi, sehingga dengan sedikit saja cahaya yang ditangkap akan ditingkatkan oleh kamere sehingga bisa menampilkan gambar lebih terang. Adapun kelemahan ketika menggunakan ISO tinggi ini adalah munculnya noise atau bintik-bintik hitam pada gambar.Semakin besar ISO maka akan semakin terang hasil gambar dan akan semakin banyak pula noise yang ditimbulkan. Hal ini sangat merugikan jika seandainya foto yang kita ambil harus ditampilkan pada ukuran besar seperti ukuran 10R keatas.

APERTURE
Aperture adalah besar kecilnya bukaan lensa kamera. Aperture biasanya disimbolkan dengan huruf F. semakin besar Aperture yang digunakan maka akan semakin banyak pula cahaya yang masuk untuk diolah oleh kamera. Begitu juga sebaliknya. 
Selain memepengaruhi cahaya, Aperture juga berfungsi sebagai pengatur kedalaman fokus gambar. Dengan aperture yang rendah maka tingkat kedalaman atau jarak fokus antara satu objek dengan objek yang lain akan semakin pendek. Dengan kata lain tingkat perbedaan antara objek yang fokus dan objek yang blur sangat tinggi.

SPEED
Yang dimaksud dengan Speed adalah kecepatan sensor kamera dalam menangkap cahaya. Semakin rendah nilai Speed maka lensa kamera membuka dengan cepat sehingga cahaya yang diterima lebih sedikit. Semakin tinggi nilai speed  maka lensa kamera akan membuka lebih lama sehingga cahaya yang diterima akan semakin besar.

Jadi dengan mengkombinasikan ketiga unsur dari segitiga eksposur tadi, maka kita akan menghasilkan pencahayaan gambar yang sesuai dengan apa yang kita inginkan.

FOKUS
Yang dimaksud dengan fokus kamera adalah pilihan objek atau area yang ingin dijadikan sebagai titik tertajam dari gambar. 

Cara kerja Lensa kamera bisa kita analogikan dengan cara kerja mata manusia. Apabila kita melihat sebuah objek atau area maka kemampuan mata kita memiliki keterbatasan untuk melihat secara fokus. Misalnya saja saat anda melihat kata pada paragraf ini maka anda tidak bisa melihat dengan jelas pada judul blog yang ada di atas. Begitu juga dengan lensa kamera, apabila lensa kamera difokuskan pada sebuah objek maka secara langsung objek yang lain akan menjadi blur.

WHITE BALLANCE
White ballance adalah salah satu pengaturan pada kemera yang digunakan sebagai acuan standar temperatur cahaya (collour temperature). temperatur cahaya ini biasanya dinilai dengan Kelvin.


Pengaturan White ballance akan mempengaruhi kehangatan warna pada gambar. warna gambar yang hangat akan ditandai dengan dominannya warna merah atau kuning, sedangkan warna gambar yang dingin ditandai dengan dominannya warna putih atau biru.

Demikian penjelasan tentang Teknik Dasar Fotografi, semoga bisa bermanfaat. 





Share: